Seoul I’m in Love : Day 3 - Nami Island

12:51:00 AM

Assalamualaikum...

Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan saya di hari ketiga menuju Naminara Republic atau yang sering disebut dengan Nami Island.
Nami Island adalah sebuah pulau mungil yang berbentuk setengah lingkaran yang terletak di Chuncheon, ibu kota Provinsi Gangwon. Pemberian nama pulau Nami diambil dari Jendral Nami yang dituduh berkhianat pada jaman kerajaan Jeoseon, lalu dihukum dan dikubur di pulau ini. Karena tidak bersalah maka sebagai penghormatan akhirnya pulau ini diberi nama pulau Nami. Pulau ini memang dikembangkan sebagai tempat hiburan yang dibuka untuk umum. Pulau Nami semakin terkenal sejak digunakan sebagai lokasi syuting drama korea Winter Sonata pada tahun 2002. Pengunjung pulau ini pun semakin meningkat dari tahun ke tahun dan pada tahun 2006 mendeklarasikan kemerdekaannya menjadi "Naminara Republic". Deklarasi kemerdekaan ini adalah bagian dari marketing pariwisata untuk pulau ini dimana sebelum memasuki kawasan Nami Island ini ada bagian immigration seolah - olah untuk memasuki pulau ini memerlukan visa yang sebenarnya adalah tiket masuk kawasan wisata :)

Untuk menuju Nami Island saya harus berangkat sangat pagi karena lokasinya yang cukup jauh dari kota Seoul, sekitar 63 km. Selain itu sebelum mengunjungi Nami Island saya berniat untuk ke Petite French terlebih dahulu yang lokasinya masih satu kawasan dengan Nami Island. Petite French adalah kawasan yang di desain seperti rumah - rumah di Eropa, kawasan ini sering digunakan untuk lokasi syuting drama korea yang salah satunya adalah Secret Garden dan My Love From The Star. Berikut ini cara menuju Petite French dan Nami Island dari Hongdae
Pertama - tama naik subway dari Hongik University Station (line 2) menuju Wangsimni Station lalu transfer menuju Sangbong Station lalu transfer lagi dengan tujuan akhir menuju Gapyeong Station. Lama perjalanan yang ditemput sekitar 1 jam perjalanan, kemudian dari Gapyeong perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan shuttle bus untuk menuju Petite French terlebih dahulu.

Ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk menglilingi kawasan Petite French karena kawasannya tidak begitu luas, hanya meliputi beberapa rumah khas Eropa yang disusun sedemikian rupa sehingga menjadi lokasi yang cantik.

tiket bis dan brosur
cuaca cukup dingin sehingga lengkap menggunakan sarung tangan dan kupluk
Petite French

miniatur eifel tower
Petite French
Petite French #gopro
gloomy sunday at Petite French
Petite French
Setelah selesai berfoto - foto, saya dan teman - teman  melanjutkan kembali perjalanan menuju Nami Island. Sesampainya di gerbang Naminara Republic kami menuju bagian immigration untuk masuk dan menunggu kapal ferry datang untuk mengantarkan kami ke kawasan pulau.

immigration
Untuk memasuki kawasan pulau kami harus menyebrang selama kurang lebih 5 menit dengan kapal ferry yang semua dindingnya adalah kaca sehingga kita dapat menikmati pemandangan sekitar pulau yang sangat cantik. Kawasan Nami Island ini sangat luas sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjelajahi setiap sudut pulau. Sejauh mata memandang kita hanya akan disuguhi pemandangan yang Masha Allah cantiknya, suasana musim gugur di pulau ini sangat terasa karena sepanjang jalan ditumbuhi pepohonan. Menurut teman saya, Nami Island ini selalu cantik dikunjungi di setiap musim. Mudah - mudahan ada kesempatan lagi untuk mengunjuni pulau ini di lain musim terutama di musim dingin untuk melihat salju, aamiin :) 

Nami Island
red leaves
Nami Island
winter sonata
the trees
lampion
beautiful scenery
alone
orange - green - red
autumn leaves
#gopro
the trees
a piece of  Nami Island
Di kawasan Nami Island ini ada satu restaurant halal yaitu Dongmoon Casual Asian - Halal Food , selain itu disediakan pula mushala yang cukup luas dan nyaman di lantai dua restaurant ini. Menu yang saya pesan adalah nasi gurita (lupa nama menunya), saya sih cocok dengan rasa makanannya atau dengan kata lain endeus :) dan ini lah penampakan dari menu yang saya pesan... 
nasi gurita~
logo halal pada restaurant
Sebelum makan siang ini, kami mencicipi bapau kacang merah terlebih dahulu seharga KRW1000, dan entah kenapa bapau yang dimakan itu adalah bapau terenak yang pernah saya makan *lebay sih* tapi bener deh dingin - dingin makan bapau kacang merah hangat sambil disuguhi pemandangan seindah Nami Island ini, apalagi yang kurang coba ? :)

red bean bun
Setelah dari Nami Island kami kembali ke Seoul menuju kawasan Insadong untuk berbelanja oleh - oleh dan pernak - pernik khas korea yang lucu - lucu sebelum akhirnya kami pun pulang menuju guesthouse untuk beristirahat.




You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images