Seoul I’m in Love : Day 2

5:27:00 AM

Assalamualaikum...

Cerita hari kedua di Seoul dimulai dengan mengunjungi sentral muslim Itaewon, lalu ke Namsan Tower yang terkenal dengan lock of love - nya, dan terakhir menuju Myeongdong Street yaitu surganya para shopping addict, hehe.
Pagi - pagi sekali saya sudah bangun, mandi dan bersiap - siap untuk menjelajahi kota Seoul lagi. Dimulai dengan sarapan buah strawberry yang dibeli di kimchi festival kemarin, buah strawberry di korea itu besar - besar dan tidak terlalu asam sehingga cocok untuk sarapan. Walaupun sedang berlibur, kita harus tetap menjaga kesehatan badan kita yaitu dengan berusaha selalu makan buah atau sayur agar badan tetap fit selama liburan :)

view dari jendela lantai 19 Hongdae Guesthouse
Setelah sarapan kami bergegas menuju Itaewon. Cuaca pada hari ini hujan rintik - rintik, dengan suhu sekitar 10 derajat celcius, cukup dingin sampai saya menggunakan baju yang didouble dengan kaos dalaman termal dan sarung tangan agar tetap hangat. Memang ketika musim gugur rentan dengan yang namanya hujan. Karakter hujan musim gugur itu rintik - rintik tapi gak berhenti - berhenti (T_T) sehingga sepanjang hari kedua kami lalui dengan menembus hujan pake payung bening ala - ala korea itu loh *tetep ya biar kekorea-an gitu kalau difoto :p haha* .

subway station
Untuk menuju Itaewon, seperti biasa perjalanan dimulai dari Hongik Stasion (line hijau) menuju Hapjeong Station untuk transfer ke line 6 (line coklat muda) menuju Itaewon Station lalu keluar di exit 3 untuk menuju Itaewon Central Mosque. Jangan heran ketika kita akan menuju daerah sentralnya muslim tetapi kita akan terlebih dahulu melihat jajaran bar di sepanjang jalan karena Itaewon ini adalah daerah yang dikenal sebagai International Village, sehingga di daerah ini banyak perpaduan antara budaya timur dan barat. Di daerah sekitar masjid kita akan menemukan banyak tempat makanan yang bertuliskan HALAL, ah bahagia banget rasanyaaaa bisa pilih tempat makan dengan tenang tanpa degdegan *lebay* dan juga disini banyak mini market yang menjual produk - produk yang halal atau tidak mengandung babi. Mau tau apa yang dibeli? tentu ind*mie dong, hahaha penyelamat untuk amunisi makan malam di guesthouse kalau mentok gak tau mau makan apa lagi :p Dan inilah suasana jalan disekitar masjid di Itaewon.

foto sambil bawa kresek yang berisi amunisi untuk di guesthouse 
Sesampainya di masjid, masih dalam keadaan sepi karena belum waktunya shalat. Setelah mampir sebentar kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu sambil menunggu waktu shalat dzuhur tiba. Waktu menunjukan pukul 11 siang tapi rata - rata tempat makan belum pada buka loh jam segitu, entah karena cuaca mendung nan hujan atau jadwal buka yang memang relatif siang. Setelah menyusuri jalan akhirnya menemukan tempat makan yang sudah buka dan salah seorang pegawainya adalah orang Indonesia yaitu Makan Restaurant, Alhamdulillah selalu senang sekali jika bertemu dengan orang Indonesia di negeri orang karena seperti menemukan keluarga sendiri :)
Saya memesan Samgyetang atau lebih dikenal dengan ginseng chicken soup, konon katanya makanan ini sangat cocok dimakan ketika cuaca dingin karena kandungan ginseng yang ada di dalam sup akan membuat badan menjadi hangat. Porsi makanan di korea sangat besar, untuk satu porsi Samgyetang saja isinya setengah ekor ayam ditambah dengan nasi dan side dish lainnya yang selalu ada jika kita memesan makanan khas korea. Memang butuh perjuangan untuk menghabiskan satu porsi Samgyetang, ini nih penampakannya.. 
Makan Restaurant

menu

samgyetang
Setelah menghabiskan makan siang dengan penuh perjuangan ^^ saya menunaikan shalat dzuhur terlebih dahulu di Itaewon Central Mosque yang mana adalah satu - satunya masjid yang ada di kota Seoul.

bagian depan masjid
bagian dalam masjid
Setelah mengunjungi Itaewon, saya dan teman - teman melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya yaitu Namsan Tower atau yang lebih dikenal dengan N Seoul Tower. Karena saya akan menggunakan cable car untuk menuju N Seoul Tower, maka dari Itaewon Station (line 6 - coklat muda) saya naik subway menuju Samgakji Station untuk transfer ke line 4 warna biru sampai di Myeongdong Station dan keluar di exit 3. Jalan menanjak sekitar 10 - 20 menit menuju stasiun cable car. Jalan yang ditempuh lumayan banget loh nanjaknya, karena sepatu boots yang saya gunakan sedikit tinggi, membuat kaki dan betis rasanya pengen dicopot dulu, haha. Yang membuat perjalanan semakin berat karena cuaca masih hujan sehingga udara semakin dingin.
Ditengah perjalanan saya melihat ahjuma penjual kue yang bentuknya lucu seperti kue balok, penasaran dengan rasa kuenya akhirnya saya membeli dengan seharga KRW1000 untuk 1pcs kue tersebut *iya ini yang katanya tadi udah kenyang makan samgyetang, hihi*. Untuk rasanya ternyata ya memang tidak jauh berbeda dengan kue balok yang ada di Bandung, hanya ditambahkan telur diatasnya.
mirip kue balok kan ?
kue balok pake telur :p
Alhamdulillah setelah berjalan kaki kurang lebih 10 - 20 menit akhirnya bisa sampai juga ke N Seoul Tower dengan menggunakan cable car yang pernah digunakan untuk syuting drama boys before flower dimana adegan Geum Jandi dan Gu Junpyo tulis - tulis nama di dinding cable car itu loh *hafal banget soalnya drama itu udah diulang sampai berapa kali ya sampe bosen nontonnya :p*
Saya tidak berniat masuk ke puncak menara, karena museum Teddy Bear yang tadinya ada di sini sudah ditutup dan hanya ada di pulau Jeju sekarang, jadi di lokasi ini saya hanya masuk ke teras yang berisi gembok cinta atau lock of love
view dari cable car
pohon lock of love
semua pagar teras penuh oleh gembok

lokasi syuting my love from the star juga

love sign
Cuaca disini sangat dingin, mungkin karena dataran tinggi dan hujan juga yang membuat udara menjadi semakin dingin. Semakin sore semakin berkabut sehingga tidak terlalu berlama - lama, setelah foto dan membeli sedikit souvenir untuk kenang - kenangan, saya dan teman - teman pun bergegas meninggalkan lokasi untuk menuju Myeongdong street.

walaupun dingin, yang namanya foto tetep jalan ko :p

kabut di sekitar lokasi N Seoul Tower
Setelah turun dengan menggunakan cable car lagi, saya langsung menuju pusat perbelanjaan di Myeongdong yang lokasinya tidak terlalu jauh. Di Myeongdong memang terkenal sebagai tempatnya shopping terutama bagi para pecinta make up karena sepanjang jalan dipenuhi dengan toko make up dari mulai etude house, nature republic, faceshop, innisfree, missha, dll. 


biar hujan, yang namanya shopping tetep jalan juga :p
Selesai berbelanja di Myeongdong kami pun pulang menuju guesthouse, nah ketika akan transfer line yang menuju guesthouse mata langsung tertuju pada salah satu kios yang berjualan sepatu seharga KRW 10,000 saja, hahaha ternyata masih belum puas belanja di Myeongdong tadi. Selain itu saya memang berniat mencari sepatu boots yang datar atau tidak ber-hak untuk menggantikan sepatu boots yang saya gunakan karena membuat kaki sakit ketika banyak berjalan seperti hari ini. Ketika akan mencoba sepatu tiba - tiba kaki kanan saya kram, sakit banget loh serius sampai akhirnya duduk, lalu aboji penjual sepatu yang baik hati datang memberikan bantuan dengan menarik ke dalam telapak kaki saya untuk mengurangi kram, yang rasanya..... lumayaaaan sakiiiit bangeeet :( tapi memang pelan - pelan kram di kaki saya akhirnya berkurang. Langsung deh pilih sepatu boots yang tidak berhak dan langsung ganti sepatu saat itu juga. udah gitu saya dapat diskon pula KRW 1000 (>_<) mungkin karena aboji kasian kali ya sama yang baru sembuh dari kram tadihehe :p tapi memang aboji penjual sepatu itu ramah dan baik sekali, Gamsahamida Aboji :)

ini dia aboji yang baik hati
*Aboji : panggilan bapak dalam bahasa korea

Sekian cerita di hari kedua, dilanjut di postingan berikutnya untuk cerita hari ketiga yaitu perjalanan ke Nami Island tempat syuting drama legendaris Winter Sonata. ditunggu ya!

You Might Also Like

2 komentar

  1. kreseknya sama ya kayak disini wkwkwkk...mbak kue balok itu yang kayak apa? belum pernah nyobain...

    ReplyDelete

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images